Friday, January 06, 2006

Resume: Di Jalan Dakwah Aku Menikah

Judul Buku: Di Jalan Dakwah Aku Menikah
Penulis: Cahyadi Takariawan, Lc

“Seandainya seseorang dianugerahi harta Qorun dan fisik Hercules. Lalu dihadiahkan di hadapannya 1000 perempuan jelita berikut segala keistimewaannya, niscaya dia tidak pernah berjumpa dengan kepuasan”


CATATAN PEMBUKA

PERNIKAHAN berarti mempertemukan kepentingan-kepentingan dan bukan mempertentangkannya

MENIKAH adalah peristiwa fitrah, fiqhiyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya

Fitrah artinya pernikahan merupakan salah satu sarana mengekspresikan sifat-sifat dasar kemanusiaan (yakni kecenderungan terhadap lawan jenis)

Fiqhiyah artinya pernikahan memiliki sejumlah aturan fikih yang jelas (dari proses pembentukan keluarga, setelah terbentuknya keluarga, permasalahan dan solusinya)

Dakwah artinya pernikahan merupakan pengkabaran tentang jati diri Islam kepada masyarakat

Tarbiyah artinya dengan pernikahan, akan menguatkan sisi-sisi kebaikan individual dari laki-laki dan perempuan yang menikah tersebut, jadi bareng-bareng gitu

Sosial artinya dengan pernikahan, terhubungkanlah 2 keluarga besar pihak laki-laki dan perempuan

Budaya artinya dengan pernikahan, terbaurkanlah 2 latar budaya yang tidak mesti sama dari kedua belah pihak


BAGIAN PERTAMA

KESIAPAN adalah perpaduan harmonis antara pekerjaan akal, hati dan anggota tubuh. Tidaklah seseorang dikatakan siap melakukan sesuatu sebelum akal, hati, dan anggota tubuhnya menyatakan kesangggupan.

Hadits-hadits Rasulullah:

“Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendakalah ia menjaga separuh yang lain dengan bertaqwa kepada Allah”

“Menikah adalah sunnahku, maka barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, ia bukan termasuk golonganku.”

“Menikahlah, karena akau akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti.”

“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan (kehormatan).”

“Carilah kekayaan dan rizki melalui pernikahan”

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS An Nuur 24:32)


Di jalan apakah Anda menikah?


"DI JALAN DAKWAH, AKU MENIKAH"


Jalan para nabi dan syuhada, jalan orang-orang shalih, jalan para ahli syurga..

Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah.
Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah SWT.

BAHAGIA

Bahagia itu adalah kosakata ruhani, dengan demikian sesungguhnya ia tak akan dicapai dengan jalan materi. Ia hanya dicapai dengan jalan ruhani. Materi tak akan pernah bisa memuaskan nafsu manusia, berapapun banyaknya.

Kebahagiaan itu letaknya di hati yang mampu mensyukuri seluruh nikmat yang Allah berikan. Pada jiwa yang senantiasa mendambakan keridhaan Allah, pada pikiran yang senantiasa tersibghah dalam kebenaran.
Kebahagiaan itu bersumber dari: keimanan yang mendalam, ketundukan yang tulus atas ketentuan Allah, kelapanagn hati dalam menerima perintah dan larangan Nya.

Bahagia itu ada dalam hati, tersimpan dalam jiwa.


PERSIAPAN DIRI MENJELANG PERNIKAHAN

1Persiapan MORAL & SPIRITUAL

Artinya: mantapnya niat.
Siap dengan segala konsekuensi dan rfesiko.
Cara:
MORAL:
*meningkatkan pengetahuan agama
*perbaikan diri secara kontinyu
*jadikan diri cinta beramal shalih dan ihsan
Cara:
SPIRITUAL
*meningkatkan ibadah wajib dan sunnah
*berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan dan kemantapan hati
*istighfar, mohon ampun, taubat

2Persiapan KONSEPSIONAL

Artinya: menguasai hukum etika, aturan dan pernik-pernik pernikahan serta rumah tangga.
Cara:
*banyak belajar, pembekalan pernikahan

3Persiapan FISIK

Artinya: sehat jasmani, rajin olahraga, sehat dan bugar
Cara:
*hidup teratur, makan seimbang dan bergizi, cukup istirahat, olahraga teratur

4Persiapan MATERIAL

Materi merupakan salah satu sarana ibadah kepada Allah.
Kesiapan pihak laki-laki untuk menafkahi dan kesipan pihak perempuan untuk mengelola keuangan keluarga.

Setiap muslim hendaknya memiliki optimisme tinggi untuk bisa mendapatkan karunia dari Allah berupa rizki. Sepanjang mereka mau berusaha, melakukan sesuatu untuk kehidupan, jalan-jalan kemudahan itu akan datang.

Yang penting adalah etos kerja dari pihak laki-laki untuk berusaha mencari nafkah dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.

5Persiapan SOSIAL

Artinya: membiasakan diri terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan


BAGIAN KEDUA


Anda akan gagal menikmati hidup jika dari awalnya telah memilih jalan yang salah.

Islam tidak melarang kecenderungan hati kepada lawan jenis sebelum terjadinya pernikahan. Selama yang terjadi hanyalah kecenderungan, ketertarikan, kekaguman, perasaan kasih sayang terhadap lawan jenis, maka hal seperti ini tidaklah menimbulkan dosa.
Yang akan menjadikannya sebagai salah dan menimbulkan dosa adalah ekspresi dari perasaan tersebut ketika memang sudah melanggar batasdan syar’i.

Kecenderungan hati dan rasa senang yang berkembang antara laki-laki dan perempuan yang dimaksudkan untuk pernikahan tidaklah terlarang, asalkan bersih dari pergaulan yang amat dekat, persentuhan kulit, khalwat atau berdua-duaan di tempat sepi, perasaan yang menggelora dan berdampak menggelisahkan hati dan perasaan serta hal-hal lain yang jelas dilarang syariat.

“Cinta adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan, jika tujuannya adalah menikah. Artinya, yang satu menjadikannya yang lainnya sebagai teman hidup, jika demikian maka alangklah bagus tujuan ini.”
(Abu Suqqah)

Berkenalan dengan Orang Tua Calon

1Cari info tentang keadaan dan kondisi camer
Artinya, memilih bahasa, sikap, topik yang tepat
2Pilihlah BAHASA yang sehari-hari dipakai oleh camer

Urutannya:
*Basa-basi kondisi sekitar yang positif
*Perkenalkan diri dengan singkat, jelas dan sopan
*Sampaikan maksud kedatangan
*Menetapkan waktu khitbah secara formal
*Tanyakan dengan halus hal-hal yang harus dipersiapkan

ESENSI KHITBAH

*Pernyataan pihak laki-laki untuk menikahi anak perempuan yang dimaksud
*Tangggapan/jawaban dari pihak perempuan tentang diterima/ditolaknya pinangan tersebut

“Tidak ada terlihat indah oleh 2 orang yang menjalin cinta kasih selain nikah”


(catatan diana: bagian ketiga&keempat baca langsung di bukunya ya :))


BAGIAN KELIMA


Mudah-mudahan Anda mendengarkan detak jantung yang berirama kian cepat
Kegembiraankah atau penyesalan?

Untuk bisa menicintai dan merasa dicintai, diperlukan pengenalan, sebagaimana kata orang bijak: “tak kenal maka tak sayang”

Maka belajarlah mengenali pasangan hidup masing-masing:
*apa yang menyenangkan dirinya
*apa yang membuat sedih dan marah
*apa yang disukainya
*apa yang membuatnya benci dan jijik
*apa tanda ia gembira, tanda ia sedih
*apa indikasi ketenangannya, indikasi kegelisahannya
*kata-kata apa yang ingin didengar
*kalimat apa yang tidak ingin didengar

bicarakan tentang apa saja….

*buah kesukaan, makanan kesukaan
*warna baju kesayangan
*lagu yang disukai, klasik, nasyid
*hobi renang, mendaki gunung
*tokoh2 kenegaraan, artis kesayangan
*buku, pengarang, penulis-penulis besar
*make-up, sabun, sampo
*nama anak-anak…

saling berbagi rasa, berbagi cerita, menertawakan kelucuan-kelucuan di masa lalu


TANTANGAN KELUARGA DI TAHUN PERTAMA


1Masalah Penyesuaian Diri
Solusi: rasa empati kepada pasangan, mendialogkan perbedaan, mencari solusi bersama, memakluminya

2Kebiasaan Diri Sebelum Menikah
Solusi: saling terbuka membicarakan sebatas apa toleransi terhadapa kebiasaan hidup masing-masing bisa diberikan à keseimbangan pola kebiasaan yang bisa diterima kedua belah pihak tanpa ada yang merasa tertekan

3Harapan terhadap Pasangan terlampau berlebihan
Solusi: siap menerima apa adanya pasangan
Komunikasi efektif, menyampaikan keinginan dan harapan secara seimbang, sehingga kedua belah pihak saling mengevaluasi dan kemudian membenahi diri à merekonstruksi ulang daftar keinginan dan harapan untuk disesuaikan dengan kenyataan

4Pengaruh Kejadian Masa Lalu
Solusi: yang lalu biarlah berlalu, Anda hidup di masa kini dan yang akan datang
Jangan mengungkit-ungkit di hadapan pasangan hal-hal masa lalu yang akan merupakan potensi konflik
Jika yang lalu berisi amal shalih, maka ia telah berhak menjadi pahala yang tertulis, namun bila yang lalu berisi dosa dan maksiat, harus dihapuskan dengan istighfar dan taubat nasuha

5Penyamaan Persepi dan Aplikasinya
Solusi: meletakkan toleransi dakam membangun kebersamaan rumah tangga à membangun kesamaan persepsi untuk kemudian menuju aplikasi yang disepakati kedua belah pihak.
Kadang, harus ada yang mau berkorban dengan mengikuti pendapat salah satu, disertai penuh kelegaan, bukan paksaan.

(catatan diana: jadi ingat 3 semangat dari Aa Gym: semangat solusi bersama, semangat persaudaran, dan semangat apa ya?)


APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN?

1Keterbukaan, Taaruf dan Musyawarah
Intinya: KOMUNIKASI

.K.O.M.U.N.I.K.A.S.I.

Saling terbuka dalam menyampaikan perasaan, keinginan, harapan,… dsb
Salah satu cara: mengirim surat cinta dan surat jawaban harapan (harapan surat balasan)

2Memulai Terlebih Dahulu

*kerjakan dulu, jangan menuntut
*berlomba menunaikan kewajiban, memberikan bantuan
*memberi.. memberi… memberi..

3Tidak Mengabaikan Hal Yang Kecil

(ingat 3M-nya Aa Gym: Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini juga)

4Saling Berlomba Mengalah Untuk Kebaikan Bersama

lebih baik dibangun sikap mental mengedepankan mengalah, mengaku diri bersalah, masing-masing pasti punyta andil dalam kesalahan

mendahului minta maaf

5Kembalikan Semuanya Kepada Allah

hubungan dengan Allah harus diperkokoh dan muncul kekuatan spiritual pada masing-masing anggota rumah tangga.


CATATAN PENUTUP


Dengan apa hidup Anda pertahankan
Jika api kesejatian diri
Telah Anda padamkan
Sejak ia belum menyala?

“Hati yang bersyukur, lisan yang banyak berdzikir, dan istri yang shalihah dapat membantumu dalam urusan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik sesuatu yang menjadi simpanan manusia”

Nafsu syahwat itu seperti air bah yang turun dari puncak gunung. Barang siapa berdiri menghadangnya, maka ia akan diterjang dan dilumatkan. Barang siapa membiarkannya, maka ia bakal memporakporandakan negeri dan memusnahkan umat manusia.Orang yang berakal sehat tentu akan membuat jalan untuknya, menggali tanah sedalam-dalamnya dan mengalirkan air bah itu ke sana. Inilah yang diperbuat Islam

***

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Hasanah Diana

Create Your Badge