Sunday, January 08, 2006

Resume: Motivational Intelligence

Judul Buku: Life Excellent
Menuju Hidup Lebih Baik

Penulis: Reza M. Syarief
Penerbit: PRESTASI, Jakarta 2005
Cetakan Pertama, Juni 2005

Bab: Motivation Intelligence
Kecerdasan Generasi Ke-5
Abad Hypertech



MOTIVATION INTELLIGENCE

Suatu ketika, kita perlu untuk “stop and think”, berhenti dan berpikir.

Manusia dan hewan sama-sama memiliki panca indra, sama-sama memiliki insting. Satu hal yang membuat manusia lebih unggul dibandingkan hewan adalah AKAL.

Dengan akal, manusia bisa membuat kebun binatang, namun binatang tidak bisa membuat kebun manusia. : )

Akal atau otak manusia merupakan suatu anugerah Allah yang sangat luar biasa. Di sebuah buku yang berjudul Learning Revolution karangan Dr. Gordon Dryden dan Janette Vos disebutkan satu ungkapan, “Every children born to be genius but their parent make them degenius” setiap bayi yang lahir di muka bumi ini dalam keadaan jenius, tapi orangtuanyalah yang membuat mereka jadi tidak jenius.

(catatan diana: tuh.. makanya dari sekarang kita harus mempersiapkan diri supaya kelak kita bisa jadi orang tua yang dapat mengoptimalkan kejeniusan anak kita, bukan malah men-degenius-kan mereka, otre?)

Di dalam dunia otak kita mengenal ada berbagai macam tingkat kecerdasan, ada intellectual intelligence, emotional intelligence, adversity intelligence, linguistic intelligence, musical intelligence.

(catatan diana: jadi ingat buku Sekolah Para Juara, duh lupa siapa penulisnya, di situ dijabarkan tentang multiple intelligence)

Nah, sekarang saya (baca: pa Reza M. Syarief) akan memperkenalkan kepada Anda satu kecerdasan baru, yakni Motivation Intelligence, kecerdasan motivasi.

Motivasi ini dalam bahasa Arab diistilahkan dengan niat.
Dalam satu hadits Rasulullah: “Apabila sebuah perbuatan tidak dimulai dengan niat yang ikhlas, maka amal itu akan tertolak. Sesungguhnya amal itu tergantung niat.”
Kalau niatnya ikhlas, insya Allah dia akan mendapat pahala. Tapi, kalau niatnya tidak ikhlas, maka apa yang dilakukan menjadi sia-sia.
Jadi, ternyata motivation intelligence (MI) menggambarkan peranan yang sangat penting, sebelum Anda melakukan satu hal, sebelum Anda melangkah.

Saya mengartikan motivasi adalah reason to do, alasan seseorang untuk berbuat. Kalau Anda memiliki alasan-alasan yang banyak, berarti Anda mempunyai motivasi yang cukup tinggi pada saat itu, dan sebaliknya.

Saya akan memberikan sebuah exercise kecil kepada Anda.

Siapkan kertas dan pulpen. Saya akan mengajukan satu pertanyaan dan mohon Anda jawab dengan cepat dan tepat. Anda sudah siap?

Pertanyaan saya adalah apa yang Anda lakukan kalau hari ini mendapat uang 10 Milyar? Apa yang akan Anda perbuat, untuk apa saja uang itu. Oke, silakan Anda tuliskan.

(catatan diana: jadi ingat cerita Aa Gym, hampir mirip pertanyaannya, dan jawaban Aa Gym cukup cerdas dan bikin ger, kata Aa, uang itu akan saya sedekahkan semuanya / nah loh, koq gitu Aa? / iya, itu tadi kan masih Cuma mimpi, jadi, setelah saya sedekahkan semuanya, maka saya mimpi lagi dapat uang sebesar itu lagi / tuh.. cerdas kan? / kata Aa lagi, kita terkadang terlalu kikir, bahkan uang yang masih dalam angan-angan pun berat bagi kita untuk menyedekahkannya.. sekali ini, diana setuju banget dengan Aa Gym)

kembali lagi ke pa reza nih..

Saya menilai ada berbagai macam respon terhadap pertanyaan ini. Ada yang masih berpikir-pikir, ada yang mulai menulis tapi ragu-ragu menulisnya, tapi ada yang sudah dengan lancar menulisnya. Sepertinya dia sudah tahu apa yang akan dia lakukan. Beruntung Anda yang sudah melakukan seperti itu.

Perbedaan respon itu menunjukkan motivasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Kalau Anda sudah punya motivasi yang kuat, pasti Anda akan menjawab dengan mudah karena Anda tahu alasan untuk berbuat sesuatu.

(diana’s comment: what an exercise!)

Ada 4 langkah dalam mengembangkan motivation intelligence

1Achievement Motivation
Penekanannya adalah mengejar dan mencapai sebuah tujuan.
Jadi, Achievement Motivation adalah kecerdasan motivasi di mana intinya adalah kemampuan seseorang untuk mengejar tujuannya, mencapai tujuan.

Kalau dalam bahasa agama disebut dengan istilah Iltizam. Kalau Anda sudah berazam (berketetapan hati) untuk mencapai sesuatu, serahkan semuanya kepada Allah. Itu yang disebut dengan Achievement Motivation

2Affiliation Motivation
Adalah motivasi seseorang untuk berhubungan dengan masyarakat dengan basis sosial. Bagaimana kita mempunyai kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekeliling kita (lingkungan sosial).

Inilah sebabnya di dalam Al Qur’an kata iman jarang sekali dalam bentuk singular, tapi seallau dalam bentuk jamak. Iman adalah bentuk tunggal, sedangkan bentuk jamaknya adalah aamanu. Itu artinya kita diminta oleh Allah SWT untuk berjamaah. Berjamaah artinya mengembangkan affiliation motivation, mengembangkan motivasi afiliasi kita.

3Competence Motivation
Adalah job mastery by problem solving skill. Jadi, bagaimana kita menguasai satu pekerjaan, motivasi keinginan kita untuk menguasai satu pekerjaan dengan mengembangkan ketrampilan problem solving, memecahkan masalah. Keinginan untuk menjadi spesialis di bidangnya.

Saya sempat memberikan satu intermezzo pada kawan-kawan, anekdot. Saya membayangkan berada di tahun 2010, saya sakit gigi lalu berobat ke dokter gigi. Ketika saya ke dokter gigi itu saya ditolak. Kenapa? Karena dokter itu spesialis gigi taring, sedangkan yang rusak adalah gigi geraham saya. Saya membayangkan ternyata spesialis ada spesialis lagi. Luar biasa, ini yang saya sebut dengan competence motivation.

Ilmu itu semakin digali semkain luar biasa seperti filsafat sumur, tidak luas tapi dalam. Jangan Anda seperti danau, luas tapi cetek. Idealnya Anda menjadi filsafat laut, luas tapi dalam.

(catatan diana: luar biasa opini pa reza nih.. dan ga mudah untuk menjadi laut, jadi sumur aja sudah habis-habisan nih.. tapi ada satu saran dari buku Profil Kader PKS, jadilah Spesialis yang Berwawasan Global, kayaknya ini jalan tengahnya..)

4Power Motivation
Adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang dan mengubah situasi. Ini motivation intelligence yang paling tinggi.

Bagaimana kita sampai pada power motivation?

Kita hrus tahu bahwa motivasi itu punya dua unsur: pushing force (gaya dorong) dan pulling force (gaya tarik).

Ada orang yang akan termotivasi kalau diberikan tekanan. Ini yang disebut pushing force, atau dalam ilmu psikologi disebut moving away.

Sedangkan pulling force, gaya tarik itu bisa dibangun lewat idealitas. Dia akan termotivasi kalau diberikan kesenangan. Ini yang dalam ilmu psikologi disebut moving toward.

Kalau yang pertama adalah pain, yang kedua adalah pleasure (reward and punishment –diana). Jadi, bermain motivasi adalah bermain tentang pain dan pleasure, rasa sakit dan rasa senang. Tidak salah kalau dalam Al Qur’an jumlah ayat tentang surga sama jumlahnya dengan ayat tentang neraka.

Apa artinya?

Dalam hidup ini, kita harus bisa mengelola kapan saatnya kita harus mengejar syurga, pada saat yang lain kita harus meninggalkan neraka. Dua hal inilah yang akan memberikan spirit yang kuat untuk membangkitkan motivation intelligence kita. Ketika Anda merasa pesimis, Anda melihat syura sehingga Anda lebih optimis. Ketika anda menjadi orang yang sudah berhasil, Anda ingat neraka sehingga Anda tidak menjadi orang yang sombong.

Motivation Intelligence itu akan membantu Anda menjadi orang-orang yang punya power motivation dalam hidup ini. Dengan kata lain, melalui Motivation Intelligence ini saya mengajak Anda, jadilah seperti sebuah ‘spring’, per. Anda tahu per? Siap ditekan, siap ditarik. Begitu pula dalam hidup kita, Anda harus siap ditekan dengan kenyataan, Anda harus siap ditarik dengan cita-cita.

On my notebook, Sunday, January 08, 2006

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Hasanah Diana

Create Your Badge